Sudah beberapa hari, bahkan minggu gak nyentuh blog...kesibukan mengejar Standar Biaya Khusus pada KL tertentu, perisiapan Pagu Indikatif, mungkin saja. Tetapi yang pasti tanggal 20 s.d. 24 April itu ikut Diklat Minaut Indonesia. Mulanya gak ngerti apa maksud diklat ini, rupanya sebuah judul materi yang diperkenalkan oleh Program Pengembangan Manajemen yang beralamat di depan Patung Pak Tani itu dari sebuah 'contoh-contoh kasus pada perusahaan Minyak dan Automotif' jadilah MINAUT. Nah di situ kita diberikan konsep-konsep tentang Bagaimana Problem Solving and Decision Making.
Pada dasarnya kita diberikan Kerangka Proses Minaut, dari bagaimana kita mengetahui sebuah masalah kemudian bagaimana kita menganalisisnya, apakah dengan Analisis Situasi, Analisis Persoalan, Analisis Keputusan atau menggunakan Analisis Persoalan Potensial.
Sejak masuk pertama kali di gedung tersebut, dari areal parkir, sudah mulai tercium keteraturan ala manajemen yang baik..ketika masuk gedung diarahkan dimana lokasi belajarnya, dimana makannya, dimana sholatnya, cara mengajar yang sistematik, kualitas pengajar yang bagus dan kesemuanya hal-hal kecil, termasuk lay out ruangan, toilet, ruang makan, sungguh termenej dengan baik, namanya juga sekolah manajemen, tapi kabarnya biaya sekolah S1 di sini lumayan mahal...apalagi S2, nya...tapi dari pengamatan saya selama 5 hari, hal yang wajar bila sesuai dengan apa yang diberikan dan SDM apa yang akan dihasilkan. Untuk yang mau ambil S2 aja, sekedar informasi dah meluluskan 61 angkatan.
Harapannya setelah ikut diklat ini sih kita bisa dan mau menerapkan, latihan-latihan yang telah diajarkan/ dipraktekkan selama diklat di tempat masing-masing, sehingga bermanfaat baik bagi pribadi maupun intansi/ perusahaan.
Anda yang belum pernah ikut diklat ini, bila ada kesempatan tak ada salahnya untuk mengikutinya, selain bermanfaat juga sangat aplikatif.
by: wansset71
Tulisan tentang anggaran di Indonesia pada blog ini merupakan hasil pengetahuan, pengalaman, penuangan tulisan dari berbagai sumber dan pemberian informasi, bukan merupakan kebijakan sebuah institusi pemerintah, ini dibuat semata-mata kecintaan penulis untuk berbuat yang terbaik bagi institusi mitra dan masyarakat. Selain itu dituliskan cerita keseharian dan motivasi yang semoga bermanfaat bagi Anda, Salam Sukses dan Mulia !!!
Monday, April 27, 2009
Pagu Indikatif dan RKP Tahun 2010
Berdasarkan hasil Sidang Kabinet Paripurna membahas Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2010 tanggal 14 April 2009 dengan pokok bahasan Rancangan Awal RKP Tahun 2010 dan dalam rangka pelaksanaan Undang-undang 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, maka untuk 2010 telah dikeluarkan Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan tanggal 16 April 2009 Nomor: 0080/M.PPN/04/2009 dan SE-1223/MK/2009 tentag Pagu Indikatif dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2010.
Lebih lengkapnya Anda dapat mendownload nya di sini
Lebih lengkapnya Anda dapat mendownload nya di sini
Wednesday, April 01, 2009
Motivasi Hari Ini
Tak ada seorangpun yang meraih keberhasilan tanpa usaha. Mereka yang mencapai kesuksesan berutang pada keteguhan hati mereka (Ramana Maharsihi)
wawan setiawan
wawan setiawan
Wednesday, March 25, 2009
Mengiris Hati, Kasus Anggaran Pendidikan di Malang
Sungguh, hati kita pasti akan teriris-iris, ketika melihat tayangan televisi ketika seorang/ beberapa anak murid dan bukan guru/ wakil kelasnya mempertahankan kursi dan meja sekolahnya yang akan disita oleh pihak ketiga yang mengadakan meubelair tersebut. Itu semua karena pihak ketiga belum mendapat pelunasan atas pekerjaan yang telah dilakukannya tiga tahun lalu.
Ini harus menjadi perhatian bagi semua warga Anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai pengelola APBN maupun APBD.
Silahkan simak saja artikel berikut:
DUNIA pendidikan lagi-lagi mendapat tamparan keras. Akibat proses pembayaran proyek pengadaan meja dan kursi di sejumlah sekolah dasar negeri di Malang tidak kunjung beres, pihak kontraktor pun menarik kembali perangkat sekolah tersebut.
Proses belajar-mengajar di sekolah itu mau tidak mau terganggu. Di beberapa lokasi, penyitaan meja kursi dilakukan saat para siswa sedang belajar.
Proses penyitaan itu bahkan diwarnai tarik-menarik dan tangis siswa sehingga menjadi pemandangan yang sungguh-sungguh memilukan sekaligus memalukan.
Kasus itu muncul sebagai buntut dari kontroversi proyek pengadaan mebel yang masuk Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Malang 2006 sebesar Rp2,9 miliar.
Proyek pengadaan mebel berupa meja dan kursi itulah yang dibagikan kepada sejumlah sekolah dasar negeri di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten Malang ketika itu menggandeng sekitar 33 rekanan. Selanjutnya, para rekanan itu mengikutsertakan sejumlah perajin.
Dari 33 rekanan itu, hanya lima kontraktor yang memenuhi spesifikasi dan dibayar pemerintah daerah. Yang mengherankan, proses pembayaran itu hingga tiga tahun tidak kunjung beres. Akibatnya sang pengusaha terpaksa harus menyita meja dan kursi dari sekolah.
Kasus penyitaan perangkat mebel di Malang itu jelas mencoreng dunia pendidikan. Kasus yang tidak masuk akal sampai terjadi sebab anggaran sektor pendidikan terus meningkat bahkan membengkak hingga Rp224 triliun karena sudah dipatok 20% dari APBN 2009.
Karena itu, kasus penyitaan mebel di Malang itu semestinya tidak boleh terjadi. Pemerintah kini punya dana banyak untuk membangun infrastruktur sekolah, penyediaan buku dan perlengkapan sekolah, serta kesejahteraan guru.
Kasus di Malang itu lagi-lagi mencerminkan bahwa penggelontoran dana yang sangat besar belum diimbangi dengan penyiapan program yang jelas dan terarah, terlebih pengawasannya.
Fakta juga membuktikan banyak departemen dan pemerintah daerah yang tidak mampu menyerap anggaran yang dialokasikan. Tidak sedikit departemen maupun pemerintah daerah yang membuat program seadanya, bahkan mengada-ada.
Itu sebabnya, banyak pemda yang kerap menempatkan dana di Sertifikat Bank Indonesia. Tanpa berpikir dan bekerja keras, mereka bisa menangguk bunga SBI.
Di lain pihak, Departemen Pendidikan Nasional juga tergolong badan pemerintah yang buruk dalam mengelola keuangan negara.
Tak mengherankan bila Badan Pemeriksa Keuangan kerap memberikan cap disclaimer kepada departemen itu. Karena itu, terkatung-katungnya proses pembayaran proyek mebel di Malang hingga tiga tahun memperlihatkan ada sesuatu yang tidak beres, bahkan patut diduga keras ada sesuatu yang busuk. Sebagian LSM setempat bahkan menuding ada korupsi dalam kasus itu.
Anggaran pendidikan yang besar ternyata tidak otomatis membuat segala persoalan lancar. Keteledoran dan ketidakbecusan pejabat pemerintah di Malang itu pun harus dibayar mahal. Para siswa yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional terpaksa belajar beralaskan tikar. Sungguh ironis.
Di Copy Paste by Wawan Setiawan
dari Media Indonesia dengan izin
Ini harus menjadi perhatian bagi semua warga Anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai pengelola APBN maupun APBD.
Silahkan simak saja artikel berikut:
DUNIA pendidikan lagi-lagi mendapat tamparan keras. Akibat proses pembayaran proyek pengadaan meja dan kursi di sejumlah sekolah dasar negeri di Malang tidak kunjung beres, pihak kontraktor pun menarik kembali perangkat sekolah tersebut.
Proses belajar-mengajar di sekolah itu mau tidak mau terganggu. Di beberapa lokasi, penyitaan meja kursi dilakukan saat para siswa sedang belajar.
Proses penyitaan itu bahkan diwarnai tarik-menarik dan tangis siswa sehingga menjadi pemandangan yang sungguh-sungguh memilukan sekaligus memalukan.
Kasus itu muncul sebagai buntut dari kontroversi proyek pengadaan mebel yang masuk Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Malang 2006 sebesar Rp2,9 miliar.
Proyek pengadaan mebel berupa meja dan kursi itulah yang dibagikan kepada sejumlah sekolah dasar negeri di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten Malang ketika itu menggandeng sekitar 33 rekanan. Selanjutnya, para rekanan itu mengikutsertakan sejumlah perajin.
Dari 33 rekanan itu, hanya lima kontraktor yang memenuhi spesifikasi dan dibayar pemerintah daerah. Yang mengherankan, proses pembayaran itu hingga tiga tahun tidak kunjung beres. Akibatnya sang pengusaha terpaksa harus menyita meja dan kursi dari sekolah.
Kasus penyitaan perangkat mebel di Malang itu jelas mencoreng dunia pendidikan. Kasus yang tidak masuk akal sampai terjadi sebab anggaran sektor pendidikan terus meningkat bahkan membengkak hingga Rp224 triliun karena sudah dipatok 20% dari APBN 2009.
Karena itu, kasus penyitaan mebel di Malang itu semestinya tidak boleh terjadi. Pemerintah kini punya dana banyak untuk membangun infrastruktur sekolah, penyediaan buku dan perlengkapan sekolah, serta kesejahteraan guru.
Kasus di Malang itu lagi-lagi mencerminkan bahwa penggelontoran dana yang sangat besar belum diimbangi dengan penyiapan program yang jelas dan terarah, terlebih pengawasannya.
Fakta juga membuktikan banyak departemen dan pemerintah daerah yang tidak mampu menyerap anggaran yang dialokasikan. Tidak sedikit departemen maupun pemerintah daerah yang membuat program seadanya, bahkan mengada-ada.
Itu sebabnya, banyak pemda yang kerap menempatkan dana di Sertifikat Bank Indonesia. Tanpa berpikir dan bekerja keras, mereka bisa menangguk bunga SBI.
Di lain pihak, Departemen Pendidikan Nasional juga tergolong badan pemerintah yang buruk dalam mengelola keuangan negara.
Tak mengherankan bila Badan Pemeriksa Keuangan kerap memberikan cap disclaimer kepada departemen itu. Karena itu, terkatung-katungnya proses pembayaran proyek mebel di Malang hingga tiga tahun memperlihatkan ada sesuatu yang tidak beres, bahkan patut diduga keras ada sesuatu yang busuk. Sebagian LSM setempat bahkan menuding ada korupsi dalam kasus itu.
Anggaran pendidikan yang besar ternyata tidak otomatis membuat segala persoalan lancar. Keteledoran dan ketidakbecusan pejabat pemerintah di Malang itu pun harus dibayar mahal. Para siswa yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional terpaksa belajar beralaskan tikar. Sungguh ironis.
Di Copy Paste by Wawan Setiawan
dari Media Indonesia dengan izin
Tuesday, March 24, 2009
Telah Terbit PMK Standar Biaya Umum 2010 dan Peraturan Dirjen Anggaran tentang Juknis SBK
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 01/PM.2/2009 tanggal 4 Maret 2009 tentang Standar Biaya Umum Tahun 2010 dan Peraturan Direktur Jenderal Anggaran Nomor: PER-01/AG/2009 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Standar Biaya Khusus telah terbit.
Dua peraturan lagi diterbitkan oleh jajaran Ditjen Anggaran, Departemen Keuangan perangkat yang sangat ditunggu-tunggu dalam penyusunan anggaran 2010.
Anda bisa kunjungi di Situs Anggaran, atau bisa download di sini dan di sini
Selamat Bekerja menyusun anggaran 2010
Salam Sukses
Wawan Setiawan
Dua peraturan lagi diterbitkan oleh jajaran Ditjen Anggaran, Departemen Keuangan perangkat yang sangat ditunggu-tunggu dalam penyusunan anggaran 2010.
Anda bisa kunjungi di Situs Anggaran, atau bisa download di sini dan di sini
Selamat Bekerja menyusun anggaran 2010
Salam Sukses
Wawan Setiawan
Mengatasi Dampak Krisis Global Melalui Program Stimulus Fiskal APBN 09
Persoalan resesi global kali ini, memang membuat berbagai kalangan harus bekerja ekstra keras dengan tetap memperhatikan aspek tingkat kehati-hatian yang cuku tinggi...
Berikut artikel yang kami sampaikan kepada Anda, pemerhati Anggaran untuk membacanya, semoga bermanfaat...
I. PENDAHULUAN
Krisis finansial global yang menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian dunia secara drastis pada tahun 2008 diperkirakan masih akan terus berlanjut, bahkan akan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, selain menyebabkan volume perdagangan global pada tahun 2009 merosot tajam, juga akan berdampak pada banyaknya industri besar yang terancam bangkrut, terjadinya penurunan kapasitas produksi, dan terjadinya lonjakan jumlah pengangguran dunia. Bagi negara-negara berkembang dan emerging markets, situasi ini dapat merusak fundamental perekonomian, dan memicu terjadinya krisis ekonomi.
Kekhawatiran atas dampak negatif pelemahan ekonomi global terhadap perekonomian di negara-negara emerging markets dan fenomena flight to quality dari investor global di tengah krisis keuangan dunia dewasa ini, telah memberikan tekanan pada mata uang seluruh dunia, termasuk Indonesia dan mengeringkan likuiditas dolar Amerika Serikat di pasar domestik banyak negara. Hal ini menyebabkan pasar valas di negara-negara maju maupun berkembang cenderung bergejolak di tengah ketidakpastian yang meningkat.
Sebagai negara dengan perekonomian terbuka, meskipun Indonesia telah membangun momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tidak akan terlepas dari dampak negatif perlemahan ekonomi dunia tersebut. Krisis keuangan global yang mulai berpengaruh secara signifikan dalam triwulan III tahun 2008, dan second round effectnya akan mulai dirasakan meningkat intensitasnya pada tahun 2009, diperkirakan akan berdampak negatif pada kinerja ekonomi makro Indonesia dalam tahun 2009 baik di sisi neraca pembayaran dan neraca sektor riil, maupun sektor moneter dan sektor fiskal (APBN).
Dampak negatif yang paling cepat dirasakan sebagai akibat dari krisis perekonomian global adalah pada sektor keuangan melalui aspek sentimen psikologis maupun akibat merosotnya likuiditas global. Penurunan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 50,0 persen, dan depresiasi nilai tukar rupiah disertai dengan volatilitas yang meningkat. Sepanjang tahun 2008, nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sebesar 17,5 persen. Kecenderungan volatilitas nilai tukar rupiah tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2009 dengan masih berlangsungnya upaya penurunan utang (deleveraging) dari lembaga keuangan global.
Anda juga dapat kunjungi situs anggaran atau mendownloadnya sebagai informasi tambahannya di sini
Selamat menyimak dan tetap sukses selalu
By: wansset71
Berikut artikel yang kami sampaikan kepada Anda, pemerhati Anggaran untuk membacanya, semoga bermanfaat...
I. PENDAHULUAN
Krisis finansial global yang menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian dunia secara drastis pada tahun 2008 diperkirakan masih akan terus berlanjut, bahkan akan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, selain menyebabkan volume perdagangan global pada tahun 2009 merosot tajam, juga akan berdampak pada banyaknya industri besar yang terancam bangkrut, terjadinya penurunan kapasitas produksi, dan terjadinya lonjakan jumlah pengangguran dunia. Bagi negara-negara berkembang dan emerging markets, situasi ini dapat merusak fundamental perekonomian, dan memicu terjadinya krisis ekonomi.
Kekhawatiran atas dampak negatif pelemahan ekonomi global terhadap perekonomian di negara-negara emerging markets dan fenomena flight to quality dari investor global di tengah krisis keuangan dunia dewasa ini, telah memberikan tekanan pada mata uang seluruh dunia, termasuk Indonesia dan mengeringkan likuiditas dolar Amerika Serikat di pasar domestik banyak negara. Hal ini menyebabkan pasar valas di negara-negara maju maupun berkembang cenderung bergejolak di tengah ketidakpastian yang meningkat.
Sebagai negara dengan perekonomian terbuka, meskipun Indonesia telah membangun momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tidak akan terlepas dari dampak negatif perlemahan ekonomi dunia tersebut. Krisis keuangan global yang mulai berpengaruh secara signifikan dalam triwulan III tahun 2008, dan second round effectnya akan mulai dirasakan meningkat intensitasnya pada tahun 2009, diperkirakan akan berdampak negatif pada kinerja ekonomi makro Indonesia dalam tahun 2009 baik di sisi neraca pembayaran dan neraca sektor riil, maupun sektor moneter dan sektor fiskal (APBN).
Dampak negatif yang paling cepat dirasakan sebagai akibat dari krisis perekonomian global adalah pada sektor keuangan melalui aspek sentimen psikologis maupun akibat merosotnya likuiditas global. Penurunan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 50,0 persen, dan depresiasi nilai tukar rupiah disertai dengan volatilitas yang meningkat. Sepanjang tahun 2008, nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sebesar 17,5 persen. Kecenderungan volatilitas nilai tukar rupiah tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2009 dengan masih berlangsungnya upaya penurunan utang (deleveraging) dari lembaga keuangan global.
Anda juga dapat kunjungi situs anggaran atau mendownloadnya sebagai informasi tambahannya di sini
Selamat menyimak dan tetap sukses selalu
By: wansset71
Saturday, March 21, 2009
Keluar Keringat itu Sehat
Judul tersebut, terinspirasi kegiatan hari. Beberapa pekan terakhir ini badan rasanya kurang gres, apalagi kalo bukan kurang berolahraga. Setiap jum'at pagi dulu disempatkan main tennis ..tapi belakangan ini, sejak ada kesibukan di unit yang baru karena banyak yang harus dicermati, dan dipersiapkan, termasuk menyiapkan materi untuk sekadar ngajar/ sosialisasi untuk akhir pekannya, kegiatan pengelolaan ZIS di kantor..juga ada hobi baru, yaitu Blogging. Apalagi sedang belajar jadi internet marketer. Soalnya, sambil bisnis yang offline, saya ngeliat peluang cari tambahan penghasilan dari bisnis online bisa juga, walau tantangannya gak mudah..tapi lumayan loh dah menghasilkan, jadi pantang mundur. Mengapa tidak..sambil belajar ngeblogging jadi gak gaptek-gaptek banget.
Hari Sabtu ini ada kesempatan ke Senayan, niat untuk jogging, dapat 2 putaran, lumayan juga keluar keringat. Selanjutnya ikut nimbrung ke kelompok yang sedang senam, favorit saya kalo senam yang senam pernafasan itu loh..tapi kalo yang hari minggu tuh yang senam indonesia itu.
Saya niatkan sampai selesai...uh akhirnya selesai juga. ...Satu putaran untuk jalan setelah senam jadilah..dan ehm rasanya setelah olahraga badan kita enak dan segar...
Di rumah, setelah lihat berita pagi ini yang diantar mas tukang koran. Nyonya dah nyiapin nasi uduk di rumah..sarapan dulu baru aktfitas yang lain, rencana untuk pagi ini anter nyonya kuliah dan jemput anak yang pulang dari sempoa. Selanjutnya..nyiapin/ anter anak yang satunya lagi Persami (duh bawa kompor lagi) dan anter anak satunya lagi main ke rumah nenek siapin bahan rapat untuk rapat ZIS senin juga nengok bisnis online.
Segarnya hari ini....
Hari Sabtu ini ada kesempatan ke Senayan, niat untuk jogging, dapat 2 putaran, lumayan juga keluar keringat. Selanjutnya ikut nimbrung ke kelompok yang sedang senam, favorit saya kalo senam yang senam pernafasan itu loh..tapi kalo yang hari minggu tuh yang senam indonesia itu.
Saya niatkan sampai selesai...uh akhirnya selesai juga. ...Satu putaran untuk jalan setelah senam jadilah..dan ehm rasanya setelah olahraga badan kita enak dan segar...
Di rumah, setelah lihat berita pagi ini yang diantar mas tukang koran. Nyonya dah nyiapin nasi uduk di rumah..sarapan dulu baru aktfitas yang lain, rencana untuk pagi ini anter nyonya kuliah dan jemput anak yang pulang dari sempoa. Selanjutnya..nyiapin/ anter anak yang satunya lagi Persami (duh bawa kompor lagi) dan anter anak satunya lagi main ke rumah nenek siapin bahan rapat untuk rapat ZIS senin juga nengok bisnis online.
Segarnya hari ini....
Subscribe to:
Posts (Atom)